PUTE
INNONGKINNONG
Pada zaman dahulu kala
letaknya dibagian pesisir pantai bagian selatan di tana silekkeE, hiduplah
seorang pemuda bernama Dg. Malewa, dia hidup sebatangkara, ayahnya mati dan
ibunya menikah kembali dan meninggalkanya hidup seorang diri, hingga suatu
ketika ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya berkelana di pulau sebrang.
(
dg malewa memasuki panggung dengan muka
yang sayu denga musik gemuruh laut. )
Dg.
Malewa: rekko iyya mua totoku ...
laouang suamngekku sappai eru’ na matakku , cinnong na atikku sumangenna nyawaku, tenna leteika
lewa lewa acapakeng mauni cappa rinya waku.
( dg malewa keluat
panggung dan pada saat itu pulah lampu letting mati )
Dg.
Malewa pun meninggalkan kampung halamanya dengan membawa harapan besar tampa
takut dengan halangan yang di hadapinya meskipun nyawa taruhanya. Seiring
dengan perjalanan dg. Malewa dia pun menginjakkan kakinya di sebuah tempat yang
bernama LOMPO TANETE, seiring dengan itu panganganya tertuju denagn seorang
gadis yang cantik jelita yang dikelilingi dua orang selir dan seorang pengawal
yang mendampinginya.
( pandangan
dg.malewa berpapasan dengan bung didi dan saling mentapan, kemudian bung didi
kelur dari panggung, )
Dg.
Malewan pun berjan kembali hingga ia bertemu dengan seorang.
Dg.
Malewa : taddampengaka tenri .
Orang
tua : ye” ndy’.
Dg.
Malewa : siapah gerangan perempuan yang
tadi yang di kelilingi dua orang selir dan seorang penajaga tesebut ?
Orang
tua : iyye’ dia adalah seorang putri
dari puaata Arung matajang, dia seorang putri dari kerajaan LOMPO TANETE INI.
Dg.
Malewa : massimana pale tenri
Orang
tua : ye’ tassimange aleta ndy”.
( dg malwa berjalan keluar panggung dan orang tua
keluar panggaung dan lampu letting mati. )
Dg. Malewa pun pergi
dengan muka yang berserih, sembari menekatkan niat bulat dalam hatinya untuk
meminang we bunga didi. Keesoakan harinya Dg. Malewa meberaniakn diri
mengahadap kepada sang raja denagan maksud melamar we bunga didi.
(
pengawal barada di panggung dan dg.
Malewa masauk dalam panggung )
Pengawal : hai anak muda ada apa gerangan kau
memasuki kejaan ini ?
Dg.
Malewa : sebelumnya saya minta maaf,
bolekah aku bertemua denagan puatta Arung Matajang. Ada satuhal yang ingin aku
samapaikan kepada beliau.
Penagawal
pun pergi menghadap kepada sanga raja
( pengawal keluar pangguang dan
lampu letting mati, raja memasuaki panggung bersama bunag didi dan selir
selinya )
Pengawal
: taddampenge atanna puatta.
Arung
matajang : apa akah gerangan wahai
penagawalku ?
Penagawal
: tabe “ puang ada seoarang pemuada
yang ingin betemu denagan puatta,dengan maksuad yang sanagat penting.
Arung
matajang : panggil dia masuk.
(
pengawal keluar panggung dan masuak kembali bersama dg malewa )
Pengawalpun
memggil dg. Malewa memasuaki ruang kerajaan.
Dg.
Malewa : taddampenge atanna puatta.
Arung
matajang : wahai anak muda adapakah
gerangan engkau mecariku ?
Dg.
Malewa : tabe puang, maksud kedatanagnku
disini saya ingin meminag anrikku we bunga didi.
Arung
matajang : lancang kau anak muada (
raut muka marah ) kau berani meminga
putiku. Apakah engaku bawa ?
Dg.
Malewa : tabe” puang, rekko iyya mua
napuminasae dewatae, sapuripaleppi cinnana riatikku ulapessangi pappojikku laou
ri anrikku we bunga didi.
Arung
matajang : jadi .. haya itu yang
engaku bisa berikan kepadaku ? pergi kau dari hadapan ku
Raja pun memanggil
pengawalnya untuk mengusir dg malewa keluar dari ruang kerjaan, semabari dengan
hal tersebut seorang selir masuak membawa surat kepada sang raja.
(
dg malewa kular panggung dan dikawal oleh
pejaga dan masuklah selir dalam panggung )
Setelah raja membaca
surat tersebut, sangaraja menggil penagawalnya.
Arung matajang : pengawal .... pengawal .... pengawal ..
Pengawal : iyye puakku.
Arung matajang : panggil anak muda yang tadi mengahadap
kepadaku.
Pengawal : iyye puakku.
(
pengawal keluar panggung dan masuak
kembalai denagan dg malewa. )
Penagawal pun membawa
kembali dg malewa memasuaki ruang kerajaan.
Dg. Mlewa : taddampengeng atanna puatta, adapakah
gerangan putta memanggil saya ?
Arung
matajang : hai anak mkuda, jika kau
betul-betul ingin meminang putriku, ada satuhal yang perlu kau harus tau,
kerajaan ini sedang di amabang masalah sangat besar, raja dipulau sebrang ingin
mengambil sebagian dari wilayahku, jika aku takmampu menuruti permintaanya.
Dg.
Malewa : tabe” puakku, kalu bole tau
permintaaan apakah gerangan.
Arung
matajang : raja di pulau sebrang
mengirimkan kanku sebuah badik, jika aku tak mampu membukanya dari sarungnya
maka wilayahku menjadi miliknya, wahai anak muda jika engkau mampu mebukanya
putriku we bung didi akan kunikahkan kepdamu.
Dg.
Malewa : `ye” puakku.
( raja
meletakkan badik tersebut dan menyuru dg. Malewa mencabutanya. )
Arung
matajang : REKKO IYYA MUA NAJAJI
TARONI UPASITONKO ADE” MAPPURA LALOE. ( raja melutut denagn suara lantang )
Dg.
Malewa : ITAWAMAI LABELA, IYYA ARAENA
MELOMAPPA SIDUPPA ADA SEDDIE JANCI, BILLA LETTE RI AROKU, MACANG PUTE RIMATAKKU
MAKKA LUDDA RI ATIKKU, MAPPA SIRAPEKENG PANGULU NAWANUA MANCAJI JUKU NARITELAA
PUTE INNONG KINNONG. ( mangaru dan setelah selesai badik di beriakn kepada raja
)
Arung
matajang : wahai anak muda,
berdirilah. Rekko iyya mua napuminasai dewatae upasialebinengekko sibawa anakku
we bunga didi seperti janjiku terdahulu kepedamu.
( raja
memanggil bunga didi dengan bahasa tubuh )
Rajapun memenggil bunga
didi dan melakukan adat mappasiluka sebagai tanda kesakralan hubungan mereka
hingga menjadi pasanagn yang kekal abadi.
SEKIAN
& TERIMAH KASIH
JUDUL : PUTE INNONG KINNONG
SUTRADARA : ASHAR_BSF
PENATA
ARTSTIK : TIGA SERANGKAI
PEMAIN
DG.
MALEWA : AZAHAR_BSF
ARUNG
MATAJANG : ELI_BSF
BUNGA
DIDI : NIDAR
PENGAWAL : FIANK_BSF
SELIR : LENI_BSF
: INAYATUL KAHIRATI
ORANG
TUA : KARDINA
PROLOG : MIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar