Sabtu, 03 September 2016

dramah bugies PUTE INNONGKINNON



PUTE INNONGKINNONG
Pada zaman dahulu kala letaknya dibagian pesisir pantai bagian selatan di tana silekkeE, hiduplah seorang pemuda bernama Dg. Malewa, dia hidup sebatangkara, ayahnya mati dan ibunya menikah kembali dan meninggalkanya hidup seorang diri, hingga suatu ketika ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya berkelana di pulau sebrang.
( dg malewa memasuki panggung dengan muka yang sayu denga musik gemuruh laut. )
Dg. Malewa:   rekko iyya mua totoku ... laouang suamngekku sappai eru’ na matakku , cinnong na   atikku sumangenna nyawaku, tenna leteika lewa lewa acapakeng mauni cappa rinya waku.
( dg malewa keluat panggung dan pada saat itu pulah lampu letting mati )
Dg. Malewa pun meninggalkan kampung halamanya dengan membawa harapan besar tampa takut dengan halangan yang di hadapinya meskipun nyawa taruhanya. Seiring dengan perjalanan dg. Malewa dia pun menginjakkan kakinya di sebuah tempat yang bernama LOMPO TANETE, seiring dengan itu panganganya tertuju denagn seorang gadis yang cantik jelita yang dikelilingi dua orang selir dan seorang pengawal yang mendampinginya.
( pandangan dg.malewa berpapasan dengan bung didi dan saling mentapan, kemudian bung didi kelur dari panggung, )
Dg. Malewan pun berjan kembali hingga ia bertemu dengan seorang.
Dg. Malewa :  taddampengaka tenri .
Orang tua :      ye” ndy’.
Dg. Malewa :  siapah gerangan perempuan yang tadi yang di kelilingi dua orang selir dan seorang penajaga tesebut ?
Orang tua :      iyye’ dia adalah seorang putri dari puaata Arung matajang, dia seorang putri dari kerajaan LOMPO TANETE INI.
Dg. Malewa :  massimana pale tenri
Orang tua :      ye’ tassimange aleta ndy”.
( dg malwa berjalan keluar panggung dan orang tua keluar panggaung dan lampu letting mati. )
Dg. Malewa pun pergi dengan muka yang berserih, sembari menekatkan niat bulat dalam hatinya untuk meminang we bunga didi. Keesoakan harinya Dg. Malewa meberaniakn diri mengahadap kepada sang raja denagan maksud melamar we bunga didi.
( pengawal barada di panggung dan dg. Malewa masauk dalam panggung )
Pengawal :       hai anak muda ada apa gerangan kau memasuki kejaan ini ?
Dg. Malewa :  sebelumnya saya minta maaf, bolekah aku bertemua denagan puatta Arung Matajang. Ada satuhal yang ingin aku samapaikan kepada beliau.
Penagawal pun pergi menghadap kepada sanga raja
( pengawal keluar pangguang dan lampu letting mati, raja memasuaki panggung bersama bunag didi dan selir selinya )
Pengawal :       taddampenge atanna puatta.
Arung matajang :        apa akah gerangan wahai penagawalku ?
Penagawal :     tabe “ puang ada seoarang pemuada yang ingin betemu denagan puatta,dengan maksuad yang sanagat penting.
Arung matajang :        panggil dia masuk.
( pengawal keluar panggung dan masuak kembali bersama dg malewa )
Pengawalpun memggil dg. Malewa memasuaki ruang kerajaan.
Dg. Malewa :  taddampenge atanna puatta.
Arung matajang :        wahai anak muda adapakah gerangan engkau mecariku ?
Dg. Malewa :  tabe puang, maksud kedatanagnku disini saya ingin meminag anrikku we bunga didi.
Arung matajang :        lancang kau anak muada ( raut muka marah ) kau berani meminga putiku. Apakah engaku bawa ?
Dg. Malewa :  tabe” puang, rekko iyya mua napuminasae dewatae, sapuripaleppi cinnana riatikku ulapessangi pappojikku laou ri anrikku we bunga didi.
Arung matajang :        jadi .. haya itu yang engaku bisa berikan kepadaku ? pergi kau dari hadapan ku
Raja pun memanggil pengawalnya untuk mengusir dg malewa keluar dari ruang kerjaan, semabari dengan hal tersebut seorang selir masuak membawa surat kepada sang raja.
( dg malewa kular panggung dan dikawal oleh pejaga dan masuklah selir dalam panggung )
Setelah raja membaca surat tersebut, sangaraja menggil penagawalnya.
Arung matajang :        pengawal .... pengawal .... pengawal ..
Pengawal :       iyye puakku.
Arung matajang :        panggil anak muda yang tadi mengahadap kepadaku.
Pengawal : iyye puakku.
( pengawal keluar panggung dan masuak kembalai denagan dg malewa. )
Penagawal pun membawa kembali dg malewa memasuaki ruang kerajaan.
Dg. Mlewa :    taddampengeng atanna puatta, adapakah gerangan putta memanggil saya ?
Arung matajang :        hai anak mkuda, jika kau betul-betul ingin meminang putriku, ada satuhal yang perlu kau harus tau, kerajaan ini sedang di amabang masalah sangat besar, raja dipulau sebrang ingin mengambil sebagian dari wilayahku, jika aku takmampu menuruti permintaanya.
Dg. Malewa :  tabe” puakku, kalu bole tau permintaaan apakah gerangan.
Arung matajang :        raja di pulau sebrang mengirimkan kanku sebuah badik, jika aku tak mampu membukanya dari sarungnya maka wilayahku menjadi miliknya, wahai anak muda jika engkau mampu mebukanya putriku we bung didi akan kunikahkan kepdamu.
Dg. Malewa :              `ye” puakku.
( raja meletakkan badik tersebut dan menyuru dg. Malewa mencabutanya. )
Arung matajang :        REKKO IYYA MUA NAJAJI TARONI UPASITONKO ADE” MAPPURA LALOE. ( raja melutut denagn suara lantang )
Dg. Malewa :  ITAWAMAI LABELA, IYYA ARAENA MELOMAPPA SIDUPPA ADA SEDDIE JANCI, BILLA LETTE RI AROKU, MACANG PUTE RIMATAKKU MAKKA LUDDA RI ATIKKU, MAPPA SIRAPEKENG PANGULU NAWANUA MANCAJI JUKU NARITELAA PUTE INNONG KINNONG. ( mangaru dan setelah selesai badik di beriakn kepada raja )
Arung matajang :        wahai anak muda, berdirilah. Rekko iyya mua napuminasai dewatae upasialebinengekko sibawa anakku we bunga didi seperti janjiku terdahulu kepedamu.
( raja memanggil bunga didi dengan bahasa tubuh )
Rajapun memenggil bunga didi dan melakukan adat mappasiluka sebagai tanda kesakralan hubungan mereka hingga menjadi pasanagn yang kekal abadi.




SEKIAN & TERIMAH KASIH    
JUDUL                      : PUTE INNONG KINNONG
SUTRADARA          : ASHAR_BSF
PENATA ARTSTIK            : TIGA SERANGKAI

PEMAIN
DG. MALEWA                     : AZAHAR_BSF
ARUNG MATAJANG        : ELI_BSF
BUNGA DIDI                       : NIDAR
PENGAWAL                                    : FIANK_BSF
SELIR                                    : LENI_BSF
                                                : INAYATUL KAHIRATI
ORANG TUA                       : KARDINA
PROLOG                               : MIA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar